Friday, August 4, 2017

Indahnya "BreakFast"

Alarm otakku tiba-tiba membangunkan diri ini dari lelap sesaat setelah tertidur "jam 2 ..an" dinihari tadi. Rentetan urutan waktu dalam satuan menit dan detik secara refleks terbayang di dalam ruang memory dan processor otak ini.

Ya.. terus terang kata dalam hati masih ingin menikmati hangat peluknya selimut tebal nan lembut ini. Ku-stempel angka 07.45 pagi ini ke dalam processor diri sebagai target selesainya bahan paparan tercetak dalam kondisi dijilid rapi dan harus kuserahkan kepada manager kantor diruangan rapat hotel R di sekitar jalan pecenongan. 

33 menit kuhabiskan untuk persiapan diri dan "breakfast" yang memang benar-benar "fast": 7 menit, sampai waktu menunjukkan pukul 06.31 yang memacu kaki ini bergegas 
melangkah menyusuri jalan yang ditunjukkan googlemaps, yaitu tempat fotokopi-an yang kucari 3 menit sebelum keluar dari pintu sebuah hotel L dibilangan pecenongan. 

Setelah sampai dititik yg ditunjukkan... ternyata hanya sebuah bangunan kosong. Mengikuti kata hati, pelan tanpa bayangan (sebaiknya diartikan "belum tahu pasti harus ke 'fotokopian' mana?) kulanjutkan langkah menyusuri jl. Pecenongan ke arah jl. Ir. H Juanda. Sambil indera penglihatan melakukan komunikasi online dengan sang otak men-surveillance dalam usaha menemukenali keberadaan 'fotokopian'. 

Kuturuti kaki ini saat dia mengajakku untuk menyeberang jalan. Jam tanganku sudah menunjukkan angka 06.46 tepat 1 menit dari diri ini menyeberang jalan, saat indera ini menemukenali tulisan Fotokopi Buka 08.00-16.00 yang tertempel dibalik jeruji pagar besi yang menutupi pintu sebuah toko. Padahal bahan paparan belum di-print sama sekali. Ya, bahan harus dicetak dan dijilid sebanyak jumlah manajer cabang dan tentunya sang general manajer. 

Setelah menimbang detik dan menit yang masih tersisa dari 'stempel target' akhirnya lembar demi lembar bahan paparan tercetak dengan mulus keluar dari mesin printer yang berada di ruangan meeting hotel R dibilangan pecenongan tentunya setelah 12 menit berbalik arah untuk membakar kalori dan menyusuri trotoar serta tepian jalan pecenongan untuk sampai di ruangan yang mendinginkan basahnya badan ini.

Enam bendel paparan akhirnya kubawa melangkah keluar dari hotel R saat jam menampilkan angka 07.23 tentu saja menuju tempat 'fotokopian' Naga Mas yang kuharapkan sudah buka. 15 menit berjalan mengawali kegalauan hati pastinya karena sang empunya pemilik kunci pintu berteralis adalah orang yang disiplin waktu.

Penantian dalam diam tergoyahkan... saat dering henpon berbunyi dan terdengar suara manager merangkai kata menanyakan posisi diri, dengan bonus penambahan konten paparan. Gejolak dalam diri berputar bak kepakan sayap kupu-kupu yang mampu menyebabkan tornado.. yang tentunya mengutip bahasa gaulnya 'the butterfly effect theory'.

Saat diri dipermainkan oleh rasa dan emosi jiwa saat angka 08.00 diukir oleh sang manager sebagai tenggat waktu mendaratnya bahan paparan di atas deretan meja di ruang rapat hotel R. Rasa dalam jiwa ketika kuasa waktu dan keputusan tidak lagi ditangan kita, saat pintu berteralis besi menunggu dibuka sang empunya kunci yang sedang menjelajah luasnya ruang dan waktu.
2 menit menjelang pukul 08.00, bunyi putaran anak kunci dan bunyi pintu besi bergerak merapat, pasrah saat tangan sang empunya 'fotokopian' mendorong pelan... membuyarkan sejuknya kepakan sayap kupu-kupu yang masih terasa dalam angan. Memacu tangan dan otak bekerja cepat ibarat jaringan 4G-nya operator S, menambahkan konten kedalam paparan seperti yang diminta sang manajer.
Dalam hitungan menit akhirnya lembar demi lembar tercetak kembali dan menanti untuk segera di 'jilid spiral' tepat saat suara supervisor di henpon menanyakan, 5W 1 H-nya perubahan konten yang diinginkan sang manajer dan memerintahkan supaya segera diselesaikan karena sudah ditunggu oleh peserta rapat.

Sudut mata menangkap angka 08.12 di layar henpon, menambah kegalauan dan bakaran kalori tubuh ini. "Sudah ditunggu bosnya ya? Rapat di mana mas?" tiba-tiba suara yang lembut dan menenangkan melewati indera pendengarku. "Iya pak, rapatnya akan segera dimulai, ..... di hotel R" sambil kubayangkan trotoar yang dihiasi oleh mobil maupun sepeda motor yang terparkir dengan rapi, yang akan menambah angka menit di jam tanganku saat senyum pahit sang manajer menampar muka ini.

Namun apa dayaku karena bukan diri ini yang melakukan penjilidan spiralnya. Butiran keringat yang menetes turut menjadi saksi saat setumpuk paparan yang terjilid rapi masuk ke dalam tas punggung dan segera ku ajak beranjak dari nyamannya kursi tunggu fotokopian yang menemaniku sampai angka 08.22 dilayar jam tangan ini.

"Mari saya antar ke hotel R mas" rangkaian kata dari Pemilik Fotokopi-an Naga Mas sambil berdiri dan langsung menuju kendaraan yang terparkir ditepi jalan didepan 'fotokopian' dan langsung dinyalakan mesinnya, serta langsung memintaku untuk naik. ... kalimat yang tidak pernah kubayangkan ataupun terlintas ternyata keluar dari seorang Bos. "Terima kasih pak... terima kasih" getaran suaraku tercampur rasa haru, rasa syukur yang luar biasa diiringi "...dulu saya juga pernah mengalami juga mas", " meskipun hotel R lumayan dekat tapi pasti akan membutuhkan energi yang luar biasa, saat diri kita terburu-buru, pasti akan sampai dengan kondisi yang luar biasa mas" kalimat yang membuat diri ini semakin tidak bisa merangkai untaian kata syukur selain "Terima Kasih" dan doa dalam hati ini 'semoga Bapak Bos yang baik ini selalu diberikan berkah oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi'.

Angka menit hanya bertambah 2 menit saat aku turun dari kendaraan bapak bos fotokopian, kujabat tangannya dan sekali lagi 'terima kasih' terucap dari mulut ini meski kurasa belum setimpal dengan kebaikan dan ketulusan hatinya. Untaian slide demi slide... timeline perjalanan pagi ini berputar dalam angan seiring langkah kak setengah berlari melewati jalan berundak, melewati pemeriksaan security serta berlanjut meniti tangga eskalator yang kurasa berjalan pelan ke ruang rapat Hotel R ini dan langsung kuserahkan bahan paparan kepada manajerku. '08.30 nanti general manajer baru akan tiba diruangan' sayup kudengar suara asisten manajerku menjawab pertanyaan seorang manajer penjualan.

Sebuah kenangan terindah yang kumiliki, dibantu seorang bapak bos pemilik fotokopian Naga Mas yang sungguh luar biasa terlukis indah dalam hati sebagai sebuah rejeki, ya, ternyata rejeki, keberuntungan ...kadang tidak selalu berwujud dan dinilai dengan uang.

Kembali kepada diri dan kebijakan hati yang mampu menentukan.

*)tulisan ini ditulis dari kisah nyata dan sudah disesuaikan kembali setelah beberapa waktu lalu #30sept2017 sempat melewati depan fotokopi-an dan menemukenali nama dari toko tersebut.


Wednesday, July 19, 2017

Teori Relativitas-nya "Mbah" Albert Einstein vs Surat Cinta Untuk Starla-nya Virgoun


Tetiba ... terdengar suara 'tuink' dari henpon jadulku menyadarkanku dari lamunan jelang tengah malam kalau ada pesan masuk di henpon.

Ku baca barisan kata dilayar ..Surat Cinta Untuk Starla (Cover) by Sukma https://www.youtube.com/watch?v=1xhEwi9LGXA&feature=youtu.be

Ternyata barisan kata yang dikirim oleh teman lama ini adalah sebuah judul lagu yang sering kudengar, di radio atau kadang terdengar dari komputer teman di ruangan sebelah dan diputar berulang tanpa henti.

Kupikir karena makna yang begitu mendalam dari lirik lagu ini begitu dihayati oleh pemilik komputer sehingga lagunya diputar sepanjang istirahat makan siang.

Wah.. bagaimana suara merdu dari sang empunya lagu akan berhenti, karena ternyata sang empunya komputer ternyata tidak ada diruangan dan membiarkan sang penyanyi mengajak diri ini bersenandung beberapa kata yang kadang terlintas terhanyut dalam iringan gitarnya.

Langsung kupilih link yang tertulis dilayar henpon, dan kunikmati suara merdu dengan petikan gitar yang mampu membuat diri ini terhanyut sampai detik terakhir tampilan hasil "covering" ini #sebuah istilah yang semakin sering kubaca dan kulihat di video-video yang ada di website-nya YouTube, tentu saja magnet dijari ini menarikku untuk menekan tombol-tombol di keyboard mengisi kolom isian mesin pencari google.



Kupilih salah satu link alamat website yang tampil dilayar pencarian, http://www.bintang.com/celeb/read/2879191/lirik-lagu-virgoun-surat-cinta-untuk-starla
sehingga tampilan halaman lirik lagu, Virgoun - Surat Cinta Untuk Starla

dan tidak lupa jari ini menekan tombol mouse memutar ulang link Surat Cinta Untuk Starla (Cover) by Sukma https://www.youtube.com/watch?v=1xhEwi9LGXA&feature=youtu.be dan tanpa ragu akhirnya diri ini berduet dengan suara "fals-ku", menyanyikan barisan lirik demi lirik diiringi petikan gitarnya
...
Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu

Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
Kan teramat panjang puisi
Tuk menyuratkan cinta ini

Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Aku pernah berpikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

Dan tlah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Untukmu
Hidup dan matiku

Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
Ku kan tetap disini

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

Tlah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
.....

Ternyata memang benar, makna dari rangkaian kata dalam lirik lagu tersebut begitu mendalam,"Karena tlah kuhabiskan, Sisa cintaku hanya untukmu" dan tidak akan kusalahkan temanku yang sudah membiarkan komputernya menyanyikan lagu itu berulang sepanjang waktu.

Ya, sebagai pengingat akan "cinta"  tulus yang sudah dicurahkan. Kepada mereka yang dikasihi, disayangi dan selalu diingat dalam kenangan maupun berada di dalam hati.

Pastinya akan menjadi sebuah kenangan terindah yang dimiliki, kenangan akan teman yang masih ingat dan diri ini ingat meskipun pastinya dibatasi oleh jarak dan waktu.

Jadi teringat teori Relativitas-nya Mbah Albert Einstein.

Terima kasih, teman.

Bogor, Juli 2017 dinihari menjelang pagi

Thursday, May 18, 2017

Kembalinya titik nadir

Kawan.. 
Saat kamu membentak seseorang tapi ia hanya diam saja, 
bukan berarti ia takut dan tidak bisa melawan.. 
Tetapi ia lebih menghargai pertemanan daripada memenangkan emosinya.. 

Ketika kamu dengan sengaja menyindirnya atas kesalahan yang tidak ia buat, 
tapi ia hanya membalas dengan senyuman.. 
Bukan berarti karena ia tidak bisa membela diri.. 
Tetapi ia lebih mengutamakan kesabaran dan menghindari pertengkaran..

Kawan.. 
Cari musuh itu sangat mudah, 
tapi menjaga tali silahturahmi lah yang susah.. 
Terkadang kita merasa lebih hebat ketika bisa bersikap arogan..



Kawan ... Tiada kebahagiaan ketika hanya mementingkan diri sendiri dan selalu merasa paling benar.. 
Semoga dalam kehidupan yang sangat singkat ini, kita bisa menjadi Manusia yang bermanfaat bagi sesama..

(dicopas dr fb seorang sahabat, ESP-18 Mei 2017)



Rangkaian kata yang begitu dalam ini aku "copy-paste" dari status fb seorang sahabat dan tentunya setelah mendapat ijin dari sang empunya tulisan ini, menarik karena selalu terdapat dua sisi dalam kehidupan ini.

Jujur, seringkali diriku ini dengan spontan berbicara dengan penuh emosi, membentak, marah karena aku merasa benar, ketika apa yang menurutku harus terlaksana tetapi ternyata tidak dan hanya karena masalah sepele ..bisa memancing emosi dan rasa ingin menyalahkan orang lain ..ya menyalahkan orang lain ... bukan melihat lagi apakah diriku berkontribusi terhadap kegagalan dalam pencapaian tersebut.

Pribadi yang pendendam membuat diri ini susah tersenyum kepada orang-orang yang "pernah" dan "telah" ..menggoreskan sayatan ditepian hati dan tentunya tidak memandang lagi bagaimana tali silaturahmi harus tetap terjaga.

Dan hebatnya lagi.. kadangkala diri ini diingatkan melalui momen-momen yang tidak pernah diduga ... yang pastinya langsung menohok dan membuat mulut terkunci ... peristiwa yang luar biasa dan mampu mengembalikan kesadaran ke titik nadir.

Semoga ...


Terima kasih sahabat, sudah menambah satu kenangan terindah yang kumiliki.  


Wednesday, May 17, 2017

.... BBM Messenger sore ini ...

Kenangan 17 Mei 2017, Bogor

Setelah seharian mengikuti kegiatan pelatihan dikelas sampai dengan sore ini, tetiba ketika kaki melangkah pelan melewati pintu keluar gedung kelas, aplikasi BBM messenger ku menggetarkan henpon (handphone) yang kupegang.

Ternyata "chat" dari anak pertamaku minta diisikan pulsa, dan kuyakin ini bukan penipuan "Papa Minta Pulsa" karena kalimatnya "Pak, pulsaku abis"..."Bukan kuota" sehingga langsung ku  ketak ketik  laman e-banking untuk pembelian pulsa 25 ribu.
Ya.. kupikir dengan mengisi pulsa sebesar itu, lumayanlah untuk men-support - nya ..saat ingin berkomunikasi.
Karena, meskipun baru sekolah Sekolah Menengah Atas kelas X, dia sudah tinggal bersama kakek-neneknya di kota Yogyakarta, terpisah beda kota dan provinsi dengan ibu maupun adik-adiknya.

"Nomornya sudah diisi 25", "dicek ya"... sebarisan kata kuketik di aplikasi messenger dan kutekan tombol kirim.
"Makasih ya pak"
"Iya, sama-sama"
"Dijemput atau jalan, mb?"
"naik ub3rr"
"murah ub3rr atau g0 0j33k?"
"Ub3rr"
"Masa cuma 2000"
"Tak kasi 4000"
"Kasian e"
"Jauh soalnya"
"Iya"  balasku
"Lagian bapaknya kyknya emg butuh uang"
" Bukan sekedar ngojek"
...

terhenti tatapanku membaca deretan kata.. yang masih tampil dilayar dan tak terasa mataku berkaca-kaca... membaca jawabannya...

Dilihat dari nilai uangnya, mungkin itu tidak seberapa bagi yang punya duit banyak...
namun kubayangkan uang sakunya yang terbatas dan harus di "manage-nya" setiap bulan, maklum "anak kost di rumah kakek-neneknya"dan ternyata dia memiliki hati yang bijak.. Terima kasih Tuhan.
"makasih ya mb ia"

"Makasih buat apa pak?"

"ya makasih mb ia sudah berbuat kebaikan buat org lain"
"Iyaa" "Kan emg harusnya gitu"
"Ya nek aku ada uang ya tak bantu"
"Tpi nek lagi gaada ya seadanya"
...
"iya gak papa"

Membaca dan merenungkan jawaban-jawabannya ....cukup menggugah tangan ini untuk kembali menulis di blog ini. Bukan untuk menyombongkan "kebijaksanaan-nya" namun sebagai salah satu cara refleksi-diri ini yang kadang masih sering lupa untuk memperhatikan orang lain yang mungkin membutuhkan perhatian.

Terima kasih mb ia.. sudah memberikan salah satu kenangan terindah dalam hidup ini...melalui bbm messenger sore ini.





Wednesday, May 10, 2017

Merindu



Sinar mentari mulai nampak, hangat menerpa, membisik dalam kalbu...
tapi rinduku membangunkanku

Dan tidak kulihat dia disisiku,
membuatku terduduk menantimu...
wangi dan indahmu selalu membayangku

Kini mekar bersama datang sang mentari
mekar mewangi, menghiasi indahnya taman surgamu

Pejamkan mata tuk melepas lelah yang dirasa,
Ciptakan mimpi-mimpi nan indah, penyemangat jiwa dalam rasa
Asa yang tumbuh oleh rasa
mengharap nyata dalam jiwa

Andaikan waktu bisa dihentikan sesaat
Agar tetap ada disaat indah itu
Tiada yang mampu untuk mengubah,
Meski sang waktu tetap ada, hadir dalam bayang jiwa, kisah dalam asa, akan tertahan dalam jiwa, karena rasa dalam asa yang ada, kan tetap ada meski nun jauh disana
tetap kan terwujud dalam rindu dalam jiwa

Indahnya pagi jika bisa berpelukan, seperti sang mentari memeluk bumi ini erat
Mari berpelukan melepas segala kegundahan rasa, mengawali hari penuh dengan cinta, penuh dengan kehangatan.

Thursday, August 20, 2015

Kenangan dan Masa

Masa lalu kan tetap ada
Kenangan tak berbatas
Takkan lekang oleh masa
tetap tersimpan dalam relung hati dan jiwa
Lembaran demi lembaran cerita masih bisa terukir

Saat nama itu hanya tertulis di atas kertas
maka ia kan hilang bersama waktu
bersama robek dan hilangnya sang kertas

Meski ribuan lembar kosong masih tersedia
Tinta emas pun tak mampu menahan helai demi helai..
titik demi titik ... yang hilang

Tak perlu menulis dengan tinta hitam
Tak perlu menulis dengan tinta merah
dan
Tak perlu menulis dengan tinta emas
Tapi..
Cukuplah dapat
dirasa
diingat
dikenang

Kau kan tetap ada dihati ini
Meski tak lagi nampak
Meski tak lagi teraba
Meski jauh dari asa
...
...

(untukmu yang nun jauh di sana)
...
...
jangan berhenti mengukir masa


Wednesday, July 22, 2015

MANUSIA-MANUSIA TANPA HUTANG ( idaman semua orang )..


Kawanku di Jakarta hijrahnya gak tanggung-tanggung, rumahnya yang masih KPR dijual, Honda Jazz putih yang dulu perlente dipakainya pun dijual. Sekarang tinggal di rumah kontrakan, memulai bisnis baru yang sangat berbeda dengan bisnisnya yang dulu.
"Sap, ketika aku menjual semua asetku dan hutangku lunas, ada perasaan plong di hati yang tidak ternilai, bangun pagi rasanya bebasssss... Tak ada sedikitpun mikiran cicilan ini itu lagi. Sebulan kalo dapat uang 20jt, duitnya ya utuh, kebutuhan keluarga paling 5 juta dah cukup.. Gak ada lagi kertas-kertas tagihan dengan nominal dan beban bunga yang bikin nyesek! Dan Allah tidak pernah ingkar janji.. Aku bisa memulai bisnis lagi, bangkit lagi, tanpa harus hutang disana-sini"
Senyumnya begitu lepas.. Tanpa beban.
Kawanku lainnya di Jogja, pengusaha advertising memilih tak pernah tanda tangan apapun dengan surat hutang. Mobil sudah ada dari kantor untuk operasional, wira wiri dia masih setia naik motor, kalo ku goda "wis dadi boss mbok numpak mobil Mas"
jawabnya cukup ini: "ah Valentino Rossi yang kaya raya aja naik motor kok"
Penghasilannya sebagai pemilik bisnis, penulis buku, dan inspirator di berbagai seminar tentu gampang kalo untuk datang ke dealer, tanda tangan surat hutang, DP 30% dan langsung bawa pulang Innova pun bisa. Tapi itu tidak dilakukannya.. Tetap naik motor, tapi kemarin beli iPhone 6plus harga 14juta pun cash, beli MacBook puluhan juta pun cash, iPad malah ada yang ngasih.
"Mas aku mau beli rumah nih, tapi cash gak mau hutang.. Sekarang terus ngumpulin uang, ketemu yang cocok bayar.."
"Enak lho gak punya hutang, sholat juga tenang, gak kemrungsung, naik motor juga woles aja tuh.. Gak takut dikuntit debt colector, di rumah juga santai gak ada penagih hutang gedor-gedor rumah"
Mmmm.. Gitu yaa
Ada lagi anak muda yang baru kukenal di Jogja, bisnisnya baru dua tahun tapi tumbuh luar biasa, bangkrut di bisnis jualan jus usai jadi sarjana, sempat galau lalu bangkit dengan bisnis ayam gepreknya. Join dengan kawannya, kerja bareng-bareng memulai usaha, fokus, tekun, gak neko-neko.. Sekarang sehari omzetnya tembus 13-15juta. Kutanya langsung isi dapurnya, dengan omzet segitu sebulan dapat profit bersih berapa?
"Alhamdulillah mas, bulan kemarin bersih dapat 97juta"
Wow!!!
"Kalian punya hutang di bank?" Tanyaku
"Sejak awal bisnis kami tidak pernah berhutang, setiap ada untung kami gak ambil, diputer terus, digulung terus, puter lagi, sampai sekarang punya 3 cabang. Kami ingin fokus di bisnis mas, bukan di hutang..."
Anak muda dengan profit nyaris 100jt sebulan itu tetap naik motor ketika berlalu dari hadapanku..
Wahai.. Wahai.. Wahai dirimu yang masih berprinsip hutang itu mulia, numpuk hutang disana-sini, bangga banget dengan aset hutangan yang dipamerkan di semua sosmed, agar dapat label "sudah saksesss!!" dari kawan dan orang sekitar, inget kalo engkau tidak mampu membayar akan masuk kategori gharim.. Layak dan berhak dizakati.. Mendapat bagian 2,5% dari harta orang lain seperti fakir miskin.

Dan aku jadi saksi, ketika berkeliling kota-kota bertemu dengan banyak pengusaha yang dulu bangga dengan aset-asetnya, sekarang datang dengan wajah murung dalam jeratan hutang tak berkesudahan..
Masih mau terus hidup dalam kepalsuan?
 (sebuah inspirasi yang ditulis oleh  mas agiel masdanis panca)

Sebuah renungan ....
Seringkali diriku terjebak dalam budaya "pamer" meski dalam kenyataannya aku harus memaksakan diri untuk dianggap mampu dan berhasil tentu saja dengan memperlihatkan "segala kekayaanku" dan betapa susahnya keluar dari "zona pamer" ini, karena ketika aku berusaha menjadi "manusia biasa saja" butuh muka tebal dan telinga tuli serta kemantapan dalam hati untuk siap mendengarkan bisikan-bisikan ... dulu kan dia punya ini .. punya itu ... pakai ini ... pakai itu... sekarang koq "cuma" ....

"Kadang lebih nyaman tampak sebagai manusia biasa saja namun dengan nilai kehidupan dan kenyamanan yang dipenuhi rasa syukur ....semoga"

Friday, July 10, 2015

Budaya Te Ha Er


Waktu semakin mendekati hari "Lebaran", adalah masa-masa yang kunantikan, karena menyambut "Lebaran" identik dengan "akan" diberikannya tunjangan hari raya  alias THR. 
Meskipun seringkali penuh misteri dalam setiap detiknya, antara "ada dan tiada", aku tetap berharap kalau memang "rejeki tak akan kemana".

Aku sendiri tidak tahu sejak kapan "budaya" pemberian "THR" dimulai, namun bagi perusahaan sendiri, "budaya" ini merupakan pengeluaran ekstra yang harus disiapkan setiap tahunnya. Bayangkan saja jika setiap hari raya kebesaran agama, perusahaan harus memberikan "THR", berapa besar uang yang harus disiapkan. Namun untungnya, saat ini  "THR" lebih dimaknai akan diberikan pada saat menyambut Hari Idul Fitri. 

Bagi pemberi "THR" mungkin setengah mati mencari tambahan uang karena "budaya" ini biasanya tidak dimasukkan kedalam anggaran pengeluaran rutin. 
Bagi aku yang menerima, biasanya tidak peduli uangnya darimana, yang penting ada pembagian "THR".
Setelah kupikir-pikir, "budaya" ini adalah semacam bentuk penghargaan tambahan yang diberikan oleh perusahaan atas kerja kerasku. Kalau boleh kusebut " budaya terima kasih" yang dipelihara, meskipun sebenarnya "tidak wajibkan" mengucapkan terima kasih?

Nah, penghargaan tambahan tentu saja "harusnya" diberikan kepada mereka yang telah bekerja dengan "luar biasa" memberikan kontribusi kepada perusahaan. 

Bagi aku yang bekerja biasa-biasa saja, apakah juga berhak mendapatkannya? atau cukup ucapan "terima kasih"saja atas perjuangan dalam menyelesaikan pekerjaan demi kemajuan dan kemakmuran seluruh elemen perusahaan. Rasa keadilan kadang diuji untuk bisa menjawab hal ini. 
Sebuah kalimat sederhana, "dirimu itu seperti matahari yang bersinar terang di balik awan gelap", membuatku tergelitik menulis tentang "budaya terima kasih" ini.

Akhirnya, jika nanti "THR" yang diterima oleh karyawan yang telah bekerja "luar biasa" ternyata "lebih kecil" nilainya dibanding mereka yang bekerja biasa-biasa saja. Apakah aku akan menjadi karyawan yang bekerja luar biasa atau cukup biasa-biasa saja?




Friday, July 3, 2015

Harga Yang Dibayar

"Often people who criticize your life are usually the same people that don't know the price you paid to get where you are TODAY"

Tulisan pada profile picture yang dipasang pada aplikasi whatsapp milik teman yang pernah bertemu di Groningen, Belanda ini sempat menggelitik tangan ini untuk menulis kembali. Ya, seringkali aku merasa "paling mengetahui kehidupan"  teman, saudara, rekan kerja bahkan orang lain dan berhak untuk "memasuki" wilayah kehidupan pribadi mereka.

Sadar atau tak sadar, ini terjadi  karena diriku, mungkin merasa menjadi "center of the world"atau bahkan ingin menjadi "pahlawan kesiangan" dan "memberikan" kewenangan serta kebebasan yang menjadikanku "boleh" untuk mencampuri kehidupan orang lain.

Namun ternyata aku hanya mengetahui sebagian kecil bagian kehidupan seseorang, yaitu kehidupannya yang sekarang, keadaan dimana merupakan kondisi akhir disaat diriku sudah mengenalnya. 
Bukan, sejarah kehidupan yang selalu ku ikuti dan ku rasakan dari semenjak rekaman kenangan dan kehidupan mulai mengisi ingatan dan waktu mereka. 

Kenangan betapa indahnya saat melihat samar cahaya kehidupan serta saat harus menembus kerasnya persaingan untuk memenangkan pertandingan dalam sejarah berulang hidup ini. 

Goresan ingatan akan indahnya rasa yang hanya bisa dirasakan hatinya. Berapa banyak pengorbanan yang aku tak pernah ikut merasakan seperti yang mereka rasakan. Yang akhirnya menjadikan mereka dalam kondisi yang kukenal saat ini.

Masihkah? aku berhak untuk menjadi pahlawan kesiangan yang sok tahu dan dengan mudahnya masuk dalam ranah kehidupan pribadi mereka? saat ku tak pernah tahu, berapa harga yang harus dibayar untuk mencapai kehidupannya sekarang. 

Maukah? kehidupan kita diintervensi oleh orang yang tak pernah tahu bagaimana kita sudah menjalani kehidupan ini.

Tapi, apakah kemudian harus menjadikanku menjadi pribadi yang tak peduli pada orang lain?

.. hanya bisikan hati yang sedikit ragu untuk menjawab pilihan yang ada.


Friday, April 10, 2015

Rejeki Tak Kemana? ......(1)

Beberapa waktu yang lalu kudengar, teman sekantor mengungkapkan "..rejeki nggak usah dikejar, kalau memang rejekinya pasti ..gak kemana". Seringkali kudengar ungkapan ini, dan kadangpula aku nyeletuk ungkapan tersebut.

Rejeki di sini kucoba artikan secara luas adalah segala sesuatu, harapan, anugerah, pengalaman yang dapat diperoleh atau diterima oleh masing-masing diri ini.
Antara pembenaran diri atas kepasrahan diri ini terhadap suatu hasil yang belum dapat dicapai namun bisa pula merupakan ungkapan rasa yang lebih condong kepada rasa putus asa terhadap hasil yang diperoleh atau bahkan sebagai "ungkapan rasa ikhlas" setelah membandingkan dengan hasil yang bisa diperoleh oleh orang lain, kadangpula ungkapan tersebut dilontarkan saat ..hasil yang sudah lama diinginkan akhirnya tercapai juga meski kadang "tanpa sengaja" mendapatkannya. 

Ya, tanpa sengaja karena kita tak menyadari bahwa ternyata rejeki yang kita dapatkan tersebut merupakan hasil dari jerih payah dan kerja keras kita sendiri dalam waktu yang lama dan harus dibayar untuk mendapatkan "rejeki" tersebut, tentu saja dengan perkenan Yang Maha Kuasa.

Membongkar kenangan, di tahun 2012, saat mendapatkan beasiswa dari kantor untuk melaksanakan tugas belajar yaitu melanjutkan pendidikan pascasarjana di ITB. Pertama, moment ini kuanggap sebagai rejeki. Namun, bila ditimbang dan direnungkan.. ternyata hal ini merupakan hasil dari kerja keras yang sudah kulakukan "aku menganggapnya begitu". Setelah kurang lebih 4 tahun aku kerja, kerja dan kerja. Tak peduli waktu maupun omongan orang-orang, yang penting niatku adalah kerja, profesional. Dan akhirnya, dengan waktu yang diberikanNYA kudapatkan hadiah rejeki tunai ini. Anugerah rejeki ini ternyata tidak berhenti disini, ketika aku mendapatkan kesempatan mengikuti program sandwich ke Austria, tepatnya di Technische Universität Wien yang berada di kota Wina/Vienna dan tinggal di sana selama kurang lebih 6 bulan.
Apakah... kalau Rejeki Tak Kemana?

Wednesday, December 17, 2014

Wasserwege di Kota Wien, Austria

Udara dingin sore hari masih terasa menembus jaket tebal yang membalut badanku. Sebelum ku berangkat tadi sempat kulihat termometer menunjukkan suhu tujuh derajat celcius. Ya... selisih dua puluh derajat dengan suhu yang biasa kurasakan di Indonesia.
Setelah seharian tidak keluar apartemen, jengah juga rasa hati ini sehingga kuputuskan untuk melanjutkan senja ini ke suatu tempat. Tempat yang ada dibayang benakku adalah luasnya air yang dilatarbelakangi oleh gedung-gedung tinggi, dengan lampu yang menyala. Itu gambar yang ingin aku "hunting" senja ini.
Dimana?
Itu pertanyaan kedua yang muncul. Mumpung masih di apartemen dan ada sinyal wifi kuketikkan huruf-huruf di pencarian "Google" .... mencari spot malam hari yang indah di Kota Wina alias Wien begitu orang Austria menyebutnya.
Akhirnya kutemukan obyek yang menarik di "pinggiran" kota. Ragu-ragu kutulis istilah "pinggiran" ini.... karena dengan menggunakan U-Bahn atau kereta bawah tanah kalau diterjemahkan, hanya 10 menit dari pusat kota Wina, dimana aku tinggal.




Setahun yang lalu 12 Desember 2013, pukul 7 pm waktu Wien, Austria  akhirnya kumulai mainkan tombol shutter kamera Nikon menangkap memory tepian danau pengendali air yang dilatar belakangi gedung-gedung di Kaisermuhlen. Sebuah kenangan terindah yang tak bisa kulupakan di Kota Wina, Austria.

Saturday, June 9, 2012

LIRIK LAGU SELAMANYA (OST. SAMPAI UJUNG DUNIA)
 
Saat indah yang pernah terlewati
Bukan satu cerita tak bertepi
Terpatri dalam sebuah hati

Saat langkah telah menjadi kisah
Bukan satu jejak yang tak berarti
Terukir indah dalam sebuah kenangan

Jika Tuhan ijinkan kita tuk bersatu
Maka takkan ada yang sanggup pisahkan kita
Jika Tuhan ijinkan kita tuk slamanya
Maka selamanya cinta kita kan slalu abadi

Walau kita telah termiliki
Percaya cinta kita takkan terhapus massa

Jika Tuhan ijinkan kita tuk bersatu
Maka takkan ada yang sanggup pisahkan kita
Jika Tuhan ijinkan kita tuk slamanya
Maka selamanya cinta kita kan abadi

Jika Tuhan ijinkan kita tuk bersatu
Maka takkan ada yang sanggup pisahkan kita
Jika Tuhan ijinkan kita tuk slamanya
Maka selamanya cinta kita kan slalu abadi
Kan slalu abadi...
 
THANKS TO :

Thursday, May 3, 2012

Saat Kau Pinta Dia Pergi ...

Sebuah catatan kecil yang ku "copas" dari buku kecil temanku...

...
Orang yang begitu mencintaimu,
Tidak pernah memaksamu memberinya sebab dan alasan,
Walaupun hanya meronta ingin mengetahui, 


Karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya.

Saat kau pinta dia pergi ...
Dia pergi tanpa menyalahkanmu,
Karena dia benar-benar mengerti
Apa itu CINTA ...



Sunday, April 29, 2012

Tak Cukup Kata...

"Sometimes words are not enough to make someone feel that you care for them. 
Sometimes it needs alittle effort"

Demikian tulis temanku dalam status di "bbm"-nya.
Menarik hati ini untuk menggali lebih dalam arti yang tersurat dalam tulisan tersebut.
Disadari atau tidak, kita sering berkata dalam hati, "buktikan dong, nggak cuma omdo:omong doang!"

Gampang sih kalau cuma omong, tapi bagaimana kita menunjukkan seperti apa sebenarnya dan sebesar apa perhatian dan bahkan kasih sayang seperti apa yang harus kita perlihatkan.

"Jaga dan kendalikan saja biar nggak nggombal"
Ini yang sulit "menjaga supaya tidak Nggombal", karena perhatian nyata itulah yang dibutuhkan oleh setiap insan penuh cinta ini.

Meski ungkapan kata-kata tetap masih diperlukan, apalagi kata-kata gombal yang sedang trend di kehidupan cinta yang semu... dan menjemukan yang mengharap :" Cinta Nyata Hadir Dalam Jiwa dan Rasa"

"Antara omong dan aksi mesti imbang "

Hanya masih sulit untuk menilai saya sudah lebih banyak yang mana, omongan atau aksi, butuh bantuan orang lain untuk menilainya.
Meski kesadaran dan kendali hati ini sudah mencapai tingkatan tertinggi sekalipun, tetap butuh tidak sekedar asumsi, persepsi dari hati dan pikiran sendiri.

 Ya, butuh ungkapan nyata meskipun hanya kata-kata, untuk menjadikannya pasti.

Apalagi menyangkut rasa dan cinta, perlu diuji, benar sayang atau tidak benar cinta atau tidak, beranikah berkorban?
Menikmati rasa hati dan perasaanmu yang gundah, sakit bahkan tercabik-cabik..
Saat orang yang kita perhatikan tidak merasa kita perhatikan, itukah usaha kecil yang harus dilakukan dan dihadapi?
Hanya kita sendiri yang tahu...

Akhirnya cobalah tanyakan pada hati dan diri kita:
Cukupkah hanya sekedar kata? atau 
Beranikah korbankan hati dan perasaanmu untuk menunjukkan seberapa besar perhatianmu padanya, meski dia tidak merasa diperhatikan?

Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini bukanlah suatu kebetulan saja, semua sudah ditentukan olehNya ... kita akan tahu nanti.. di waktu dan masa yang tepat.

Sekarang hanya bisa berkata: "Kok bisa?"
 ...
29April'2012


 




Sunday, April 1, 2012

Asa yang tertinggal

Bogor.April.2012.

Saat kita mengenal cinta dan kasih sayang

Disaat seperti itulah, kita harus mampu dan harus
Menghargai waktu yang ada...

detik demi detik

yang dilalui dalam sedikit kesempatan

Ya... Belajar menyayangi seiring detak dan detik jarum jam..

Meski kadang pahit ternyata yang harus dirasa ..
Saat harus melepaskan dan merelakan semuanya
...
Semua Asa dan Rasa....
yang ada dalam jiwa dan kedalaman hati kita

Saat harus membunuh cinta dan kasih yang ada
Meski hati ini pasti tak rela..
...

Pelajaran berharga inilah yang akan membuktikan sejauh mana rasa cinta dan kasih itu ada

Pelajaran yang telah terukir dalam relung hati dan jiwa
Merasuk kedalam setiap denyut dan detak nadi ini

Pelajaran yang menjadi Kenangan Terindah dalam hidupku selamanya..

Kutinggalkan asa dan rasa itu disana
Asa dan rasa yang akan terus kujaga
....

Selamanya...
sampai waktunya akan tiba...

One Day

(April.2012.)

Monday, September 27, 2010

Bagi Yang Tertarik Menjadi CPNS

1. Pertimbangkan besarnya gaji PNS (search di google) ,
Yakin atau belum dengan niat awal pingin jadi PNS?
Jika tidak yakin, tidak perlu repot2 daftar maupun ikut ujiannya.

2. Kalau sudah yakin, tentukan kira-kira di hati kecil cocok di kementerian mana?
kalau ingin ikut CPNS daerah ya, tinggal pingin mo daerah mana?
(jangan sampai nanti jika sudah lolos tidak mau ditempatkan di tempat terpencil hehehehe)

3. Mulai cari buku soal2 CPNS (beli / googling aja) mulai dari sekarang.

4. Cobain soal2 nya, karena sebagian besar biasanya ada yang keluar

5. Jaga kesehatan tentunya

6. Jangan Lupa Berdoa dan Berpikirlah Positif
(hilangkan pikiran tidak lolos ujian dengan belajar atau mengerjakan contoh soal-soal ujian
CPNS)

7. Semoga Sukses

Info Pendaftaran CPNS Tahun 2010
- CPNS KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

http://cpns.dephub.go.id

- CPNS BASARNAS:

http://www.basarnas.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=264%3Apengumuman-penerimaan-cpns-2010-badan-sar-nasional&catid=48%3Ainfo-basarnas

- CPNS LKPP:

http://lkpp.bridge2.co.id/

- CPNS PPATK: h

http://www.ppatk.go.id/pengumuman_cpns.php

- CPNS Kantor SAR BANJARMASIN:
http://www.basarnasbanjarmasin.com/

- CPNS Kementerian Pendidikan Nasional
http://cpns.kemdiknas.go.id/

(Penerimaan Pendaftaran 11 sd 15 Oktober 2010)

Bagi rekan-rekan yg berminat selamat mencoba peruntungan & SUKSES SELALU...

Tuesday, August 11, 2009

Tour de Flores Timur


Kenangan terindah - Juli 2009 - Flores Timur Island, Adonara Island
Neren Watotena

Neren Watotena

Kapal Larantuka - Lewoleba (Lembata Island)



Bunyi alarm handphone membangunkan diriku dipagi buta. Ya pagi ini, 22 Juli 2009 pukul 5 WITA aku harus sudah berada di bandara El Tari di Kupang.
Tiket dan kelengkapan lain sudah kupersiapkan tadi malam sehingga pagi ini langsung berangkat menuju bandara.

Dik Enni dan anakku Nia dan Eta ikut mengantar ke bandara, karena nanti sekalian mau membawa Eta periksa ke dokter. Badannya agak panas, batuk, pilek.
Sebenarnya berat rasa hati ini meninggalkan mereka. Apalagi anakku baru sakit tetapi bagaimanapun aku harus berangkat, sudah tuntutan pekerjaan dan juga karena jadwal pesawat menuju ke Larantuka hanya hari Selasa dan Rabu saja. Itupun hanya satu pesawat saja: Merpati.

Setelah proses check-in selesai akupun langsung menuju ke ruang tunggu. Penumpang lain sudah mulai masuk di ruang tunggu. Menurut jadwal pukul 06.30 WITA pesawat akan berangkat, jam sudah menunjukkan pukul 6.45 namun belum ada tanda-tanda akan 'boarding', ternyata penumpang dengan tujuan ke Waingapu dan Denpasar boarding lebih dahulu.

Penumpang yang tadinya banyak sekarang tinggal sekitar 10 orang saja termasuk diriku.
Agak terlambat dari jadwal semula 06.30 WITA, akhirnya pukul 07.00 WITA kami diminta naik kepesawat, namun saat beranjak dari kursi tunggu dalam hati berkecamuk pikiran,"koq ini penumpangnya hanya sedikit, biasanya kan banyak?, jangan-jangan pesawatnya kecil?!?"

Dan saat melangkah keluar pintu bandara menuju pesawat ternyata kata hatiku tadi benar.

"Waduh, pesawatnya kecil banget, ya ini pesawat Cassa". Saat naik pesawat kami diberikan dus snack.
Kuhitung tempat duduk yang ada sekitar 16 kursi dan penumpang yang naik sekitar 10 orang.
Dikabin ternyata tidak ada tempat bagasi, akhirnya kuletakkan barang bawaanku di lantai depan kursiku, kulihat penumpang lain melakukan hal yang sama.
"Seperti naik oto (mobil) saja dalam hatiku berkata karena aku bisa melihat langsung pilot yang ada didepanku dan kekhawatiran memasuki pikiranku".
Setelah duduk dan mengenakan sabuk pengaman aku mulai tengok kanan kiri depan belakang. Kucoba melihat seluk beluk pesawat ini terutama EXIT door, kubaca kertas petunjuk keselamatan.
Yang agak berbeda adalah terdapat satu pintu keluar darurat yang posisinya di bagian atas kabin, digunakan jika pendaratan darurat di air.

Aku mulai berdoa, semoga Tuhan melindungi perjalanan ini sehingga lancar dan selamat sampai ditempat tujuan.
Tidak berapa lama mesin pesawat dinyalakan dan baling-baling perlahan mulai berputar semakin cepat mengikuti deru mesin yang terdengar keras di telinga.
Tanpa ada peragaan penggunaan peralatan keselamatan yang biasanya dilakukan oleh awak pesawat ataupun pengumuman bahwa pesawat siap tinggal landas.
Pesawatpun perlahan bergerak menuju ke landasan pacu. Mesin pesawatpun menderu dan tidak berapa lama pesawat mengudara dengan lancar.
Sedikit goncangan terasa karena tiupan angin. Kuperhatikan keadaan diluar melalui kaca jendela, cuaca cerah dan laut biru membentang.
Kurang lebih 40 menit, kudengarkan bisingnya suara mesin dan perlahan pesawat berputar diatas pulau Adonara bersiap untuk mendarat.
Dengan sedikit goncangan, akhirnya pesawat mendarat dengan lancar dan selamat.

*)Ditelinga masih terngiang kerasnya bunyi mesin pesawat, dan jika ada pesawat yang lebih besar lebih baik naik pesawat lain kataku dalam hati.

Ini kali kedua aku datang di Kota Larantuka kabupaten Flores Timur.
Sebuah kota kecil memanjang di pinggir pantai dan dibawah kaki gunung-Ile Mandiri.

Tour de Flores Timur selama 10 hari pun kumulai ...

Friday, June 26, 2009

Menunggu ...

Kenangan terindah June 2009-Kuta-Denpasar Bali

Asa yang kugoreskan diantara butir-butir pasir
semakin jelas tergambar oleh sentuhan ombak
Diantara bayang-bayang senja
Terpaan lembut aliran udara
menusuk direlung hati
Kunantikan cahayaNya...

Friday, December 19, 2008

Belanja Kain Tenun di Sikka Maumere

Kenangan 16 Oktober 2008

Sesuai dengan rencana hari ini aku bersama staf Dikes Kab. Sikka akan melakukan pendampingan ke puskesmas.
Dalam perjalanan ternyata melewati pasar tradisional, jalanan penuh dengan pedagang, pembeli serta kendaraan angkutan sehingga tampak ruwet.
Menarik perhatianku untuk singgah sejenak, sekaligus mencari oleh-oleh khas dari daerah ini.
Menurut cerita sang sopir, Kak Nong begitu panggilannya. Di pasar ada penjual kain tenun khas Sikka.
Wahh.. tambah tertarik saja hati ini. Setelah berdesakan dijalanan dan melewati penjual kelontong, sayuran, ikan asin, daging, makanan akhirnya kulayangkan pandangan diujung pasar.
Kulihat kain-kain tenun yang begitu indah, dipajang oleh ibu-ibu penjual kain.
Setelah aku pilih kain yang kuinginkan, Kak Nong aku minta menawarkan harganya, tentu dengan bahasa daerah Sikka.
Kesepakatan harga pun terjadi dan kain tenun yang kuidamkan pun berpindah tangan lalu kumasukkan kedalam tas punggung.
Kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.

Hati-Hati: Menjadi Kekasih Sebuah Handphone

2 hal dibawah ini sempat aku perhatikan saat beberapa kali harus menggunakan jasa pesawat terbang.

1. Handphone merupakan barang yang sulit untuk ditinggalkan oleh sang empunya.
Sampai-sampai pesawat sudah siap tinggal landas pun masih ada yang sms ataupun bertelepon ria.
Teguran dari awak kabin kadang tidak dihiraukan, baru setelah tatapan tajam dari penumpang lain.
"Sang kekasih" ini baru dimatikan....

*)Seringkali kita lebih tega meninggalkan kekasih daripada sebuah handphone

2. Cinta mati dengan handphone.
Coba perhatikan saat pesawat mendarat, seringkali terjadi beberapa detik setelah roda pesawat menyentuh landasan.
Rasa rindu terhadap sang handphone tidak tertahankan.
Beberapa penumpang biasanya langsung menghidupkan handphonenya.

Kadang dalam hati ini berkata, sedemikian lebih berharganya handphone dari pada sebuah keselamatan.
Atau paling tidak menghargai penumpang lain yang sudah disiplin dan taat pada peraturan.
Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi yang sering menggunakan jasa penerbangan maupun pihak maskapai.